Tuesday, 1 January 2013

The scholarship program


The scholarship covers a period of five years: two years studying for your Master’s degree at TU/e and three years working for the company that sponsors your scholarship. In this way you will also gain international work experience and increase your career opportunities.
The scholarships will be awarded to highly talented international students who have an excellent academic record, a high score in the selection tests and in English proficiency.
The TU/e will match your academic background and particular skills to the requirements of the international organizations funding your scholarship.
The ALSP scholarship consists of a tuition fee waiver and a contribution to living expenses of 5,000 euro for both of the two years of the Master’s program. This is not a full cost scholarship. During the three years of your career launching experience, you will earn a competitive salary.
You automatically enter the selection for ALSP if you are admitted to a TU/e Master’s program having submitted your application before the scholarship deadline of February 1, 2013.
Don’t wait too long to apply!
The scholarships are allocated to selected excellent students on a first-come, first-serve basis.
If you are an excellent student, don’t leave your application to the last minute or it is possible that you may miss the chance to gain an ALSP Scholarship.
Employment opportunities
At the start of the scholarship period, TU/e will match your academic background and particular skills with the employer who will sponsor your scholarship.
ALSP scholarship students launch their international career in technology and engineeringat their sponsor employer once they have successfully completed their two-year TU/e Master’s program. There are also possiblities to follow a PhD program at a Dutch university.
The following organizations currently fund ALSP scholarships:
  • ASML – TU/e scholarship
  • NXP – TU/e scholarship
  • OcĂ© – TU/e scholarship
  • Philips – TU/e scholarship
  • Bosch – TU/e scholarship
A portion of ALSP scholarships are also sponsored by the university scholarship fund.
How to apply for ALSP scholarship
  • Sumit a complete application to the TU/e Master’s program of your choice. Only complete applications, including the online application and all application documents, that arrive before February 1, 2013 will be eligible to enter the selection procedure for ALSP.
  • If you are admitted to a TU/e Master’s program AND you have a cumulative grade point average (CGPA) of 80% or higher from an internationally renowned university, you will enter the selection procedure for the ALSP scholarships.
  • You cannot apply directly to the ALSP scholarships. You must first apply for a TU/e Master’s program (see below).
The selection process
  • Your application to a TU/e Master’s program is also your application for an ALSP scholarship, unless you specify in your online application that you do not wish to be considered for an ALSP scholarship.
  • Each TU/e Department nominates excellent students to the TU/e scholarship selection committee. The TU/e scholarship selection committee awards scholarships to the best, highly talented students. The award is based on the quality of previous education and the student’s academic performance therein.
  • TU/e matches the academic background and particular skills of the student to the requirements of the organizations that fund the scholarships. The match is based on the information contained in the application package that you submitted for admission to the TU/e Master program and on a subsequent online survey conducted by TU/e.
  • A one-time scholarship offer will then be made to successful candidates. The offer is non-negotiable.
Eligible students
  • have submitted a complete application package for admission to a TU/e Master’s program before February 1, 2013 for academic year 2013-2014;
  • are highly talented, excellent students who have achieved a cumulative GPA above 80% of the scale maximum in their Bachelor’s degree from an internationally acclaimed university;
  • are not eligible for support under the Dutch system of study grants and loans (“Studiefinanciering”). Information on eligibility for this support can be found on the website of DUO. Please note that students who need to apply for a MVV for study are not eligible for support under the Dutch system of study grants and loans;
  • comply with the Dutch visa criteria (where applicable);
  • have not been granted a scholarship by any other scholarship organization.
Eligible Master’s programs
  • Students who are admitted to ANY of the TU/e Master’s programs automatically take part in the selection procedure for a ALSP scholarship.
  • Eligible nationalities: All nationalities except the Dutch nationality.
Please note
  • Successful candidates will be informed between February 1 and the end of May 2013. All candidates will be informed of the outcome by the end of May 2013.
  • ALSP scholarships are awarded for a specific Master’s program starting in a specific academic year and cannot be transferred to other Master’s programs or another starting date.
  • the scholarship conditions apply to the two years of the Master’s program AND for the subsequent three years employment in the Netherlands.
  • continuation of the scholarship during the two years of the Master’s program depends on the academic achievements of the student. The student’s academic results will be assessed in spring 2014.
  • ALSP scholarships are not available to Master’s students who are already enrolled at TU/e.
For more information, please visit official website : http://www.tue.nl/en/education/studying-at-tue/study-costs-scholarships-loans-and-grants/scholarships-tue-loans-and-grants/amandus-h-lundqvist-scholarship-program/

Program Beasiswa StuNed

Program StuNed merupakan bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda yang bertujuan untuk mendukung pencapaian "UN Millenium Development Goals" pada tahun 2015. Kerangka kerja sama bilateral dengan Indonesia tercantum dalam Multi-Annual Policy Framework 2012 - 2015 yang memiliki 5 bidang yang diprioritaskan yaitu manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sektor ekonomi (economy sector), sektor judisial (judicial sector), dan hak asasi manusia (human rights).
Program StuNed menitikberatkan pada pengembangan dan penguatan kapasitas institusi dalam rangka mendukung kelima bidang tersebut di atas.
Program beasiswa StuNed bertujuan membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia pada institusi-institusi di Indonesia. Melalui program beasiswa StuNed, para peminat individual dapat mengikuti program master dan short course di Belanda. Sementara bagi institusi dapat mengajukan proposal untuk group application
lebih lengkapnya kunjungi : http://www.nesoindonesia.or.id/indonesian-students/informasi-dalam-bahasa/beasiswa/stuned/stuned

Persiapan Study Ke Luar Negeri



 Kuliah di luar negeri memberikan tantangan tersendiri bagi para pembelajar. Hal yang paling utama harus dilakukan saat kuliah di luar negeri adalah kemampuan untuk bisa beradaptasi dengan suasana yang baru. Ada baiknya kita mengetahui informasi terkait agar sukses ketika menjalani perkuliahan nantinya. Tentu ini bukanlah hal mudah untuk dapat menyesuaikan diri secara cepat. Oleh karena itu, berbagai persiapan perlu bahkan penting untuk dilakukan. Berikut ini beberapa persiapan yang dapat dilakukan, diantaranya:
1. Konsultasi dengan Perwakilan Lembaga Pendidikan Asing  
    Melalui konsultasi dengan perwakilan lembaga pendidikan, maka akan diperoleh informasi mengenai langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memulai perburuan studi ke luar negeri. Umumnya, calon mahasiswa terlebih dahulu mempersiapkan sejumlah berkas yang diperlukan, seperti ijazah, transkrip, paspor, akta kelahiran, dan semua berkas yang mungkin diminta oleh perguruan tinggi yang dituju, atau oleh pihak kedutaan saat mengajukan permohonan visa. Dengan melihat kepada persyaratan yang diminta oleh perguruan tinggi, calon mahasiswa sebaiknya segera melengkapi diri dengan sejumlah ujian yang berlaku secara internasional seperti TOEFL/IELTS, GMAT (untuk bidang manajemen), dan GRE (untuk bidang sains).
2. Pelajari Universitas yang Dituju
   Untuk lebih mematangkan persiapan studi, cari informasi sedalam-dalamnya mengenai universitas yang dituju. Mulai dari jurusan yang dipilih, para dosen, bahkan para alumni universitas tersebut. Jangan lupa untuk memahami jadwal studi (sylabus) jurusan yang diminati agar tahu mata kuliah apa saja yang akan dipelajari nantinya.

3. Lebih Aktif
   Terdapat perbedaan sistem pendidikan antara luar negeri dan Indonesia. Kita terbiasa dengan sistem dimana pengajar lebih aktif dalam proses belajar-mengajar. Para siswa lebih banyak mendengar atau hanya berpartisipasi secara pasif. Lain halnya di negara maju, dimana keaktifan mahasiswa sangat dituntut. Sehingga perlu mempersiapkan diri terhadap kondisi tersebut dan  memotivasi diri sendiri (self motivated) dalam belajar.  
4. Pengurusan Izin Tinggal di Luar Negeri
   Memulai kehidupan di luar negeri biasanya diperlukan untuk mengurus sendiri izin tinggal di kepolisian, membayar tuition fee, menguangkan traveller cheque, membuka rekening bank, mencari tempat tinggal tetap, dan menemui calon pembimbing.
5. Adaptasi Kemungkinan Shock Culture
  Perbedaan kebudayaan sering menjadi kendala. Kebudayaan timur sangat berbeda sekali dengan kebudayaan barat. Misalnya dalam hal adat istiadat sehari-hari.Untuk itu perlu dipahami budaya setempat negara yang akan dituju, agar tidak salah kaprah dalam bertindak.
6. Adaptasi Keadaan Iklim Ekstrim
   Jika berstudi di negara yang memiliki empat musim sudah seharusnya menyiapkan persiapan kebutuhan yang diperlukan pada saat musim-musim yang bersuhu ekstrim. Terdapat kemungkinan converter suhu yang digunakan bukanlah celcius seperti di negara Amerika Serikat yang menggunakan fahrenheit. 
7. Cermat Mengatur Pengeluaran dan Pemasukan
   Jika bersekolah di luar negeri dengan full scholarship, terkadang tidak perlu pusing perihal soal keuangan. Tetapi  tetap saja diperlukan manajemen keuangan yang baik dalam hal pemasukan dan pengeluaran. Rencana matang perlu diatur sebaik mungkin agar tidak defisit nantinya. Jika memungkinkan, magang atau melaksanakan part time dapat menambah kebutuhan keuangan yang diperlukan.
8. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Asing
   Calon mahasiswa harus meningkatkan kemampuan bahasa yang sesuai  dengan pengantar perkuliahan nantinya. Kursus intensif, atau bergabung dengan sejumlah klub bahasa merupakan langkah yang dapat ditempuh untuk memperbaiki kemampuan bahasa.

9. Mempelajari Bahasa Setempat
   Beberapa negara ada yang menggunakan bahasa nasional yang mungkin berbeda dengan bahasa pengantar perkuliahan nantinya, misalnya bahasa inggris. Untuk antisipasi ada baiknya mempelajari bahasa nasional negara tersebut untuk mempermudah komunikasi sehari-hari di masyarakat. Bukan tidak mungkin masyarakat tidak menguasai bahasa inggris. Orang akan lebih respek jika kita berbicara dengan bahasa setempat.


10. Belajar Mandiri dan Manajemen Waktu
    Kemandirian perlu dipersiapkan sejak awal. Kuliah di luar negeri apalagi jauh dari keluarga dan kerabat, tentu mengharuskan kita untuk melakukan semua hal sendiri. Pekerjaan rutin sehari-hari misalnya saja mulai dari memasak, mencuci, membeli kebutuhan sehari-hari, dan hal lainnya. Ini tentu menyita waktu, sehingga manajemen waktu sangat diperlukan agar tidak terganggu dengan jadwal belajar. 

11. Banyak mencari Informasi 
      Sebaiknya sblum persiapan di atas ada baiknya jika lo cari banyak teman terutama yg sedang/sudah study ke luar negri. Banyak tanya tentang apa saja yg di perlukan untuk mempersiapkan keinginanmu Study ke luar negri,.. karena kebijakan beda generasi pastilah ada perbedaan.
 
(dari berbagai sumber)